Aku
tak pernah berfikir untuk mengenal siapapun lebih dalam dan lebih dekat. Sampai aku bertemu
dengan seseorang dan aku langsung mencintainya, aku menyayanginya, aku tak
ingin menyakitinya, aku tak ingin melukainya, karena aku sangat menghargainya.
Aku tak
mengenalnya saat aku jatuh cinta padanya. Yang aku tahu, aku suka suaranya, aku
suka tawanya, aku suka cueknya, aku suka cara dia berfikir, aku suka cara dia
membuatku terdiam seribu kata, aku suka caranya memanggil namaku, aku suka
cerita-ceritanya, dan aku nyaman saat berbincang dengannya. Just that ! tapii setelah itu, aku
mengikuti setiap perubahan-perubahan sikapnya, sekecil apapun itu. Aku belajar
dari itu. Aku belajar memahaminya. Belajar memahami keegoisannya, belajar
mengerti sikap keras kepalanya, belajar tak mengharap kata maaf darinya saat ia
melakukan kesalahan (karena ia benar-benar bukan orang yang pandai meminta maaf),
aku belajar sabar dengan sifat pemarahnya, belajar tetap mencintainya saat
berkali-kali ia menyakiti, belajar tetap mempercayainya saat lagi-lagi dia
berbohong, dan bahkan aku masih tetap belajar setia saat dia benar-benar
berpaling. Sampai saat dia kembali lagi, dan lagi-lagi dia kembali berbohong,
aku masih tetap percaya padanya. SULIT, tapii aku tak ingin menyerah begitu saja.
Aku
benar-benar menyayanginya. Aku tak ingin orang lain hadir menggantikan dirinya
dihatiku.
Aku bisa
saja dekat dengan siapapun, aku bisa saja akrab dengan siapapun. tapii untuk
mengganti posisinya dihatiku, aku dengan tegas mengatakan TIDAK !!!
Aku
mencintainya dengan segala apa yang ada pada dirinya. Aku mencintai
kelebihannya, dan aku mencintai kekurangannya.
Aku
mencintainya dengan seutuhnya cinta yang kumiliki. Meski kadang rasa bosan
timbul tenggelam menghampiriku, aku berusaha menepis semuanya, aku berusaha
tetap menjadikan dia seseorang yang tercinta, dan seseorang yang tersayang. SULIT
!!! apalagi saat kesalahan kecilpun membuat kami cekcok, kata maaf yang tak
kunjung dimaafkan, senyum yang tak lagi dibalas, perkataan yang tak lagi dihiraukan,
dsb. Semuanya cukup menyakitkan. Kadang aku tidak mengerti dengan jalan
fikirannya, kenapa harus kesalahan kecil dipermasalahkan sampai berhari-hari?
kenapa dia harus mendiamkan aku saat aku melakukan kesalahan? Bukannya
kesalahan baru akan disadari saat ada yang menegur kita? Tapi kenapa dia tidak
melakukannya??? Semua ini tidak mudah bagiku! Tapi, sudah kukatakan.. aku
benar-benar mencintainya, rasanya aku bisa melalui rasa sesakit apapun, sesulit
apapun, demi melihat sebuah senyuman darinya.
Tidak
jarang dia membuatku mendesah kecewa, tapi aku tak pernah sampai membencinya, karena
aku tau... dia juga seorang manusia, wajar kalau dia pernah melakukan salah,,,
Sampaii
saat ini, aku masih tetap pada rasaku yang pertama, MENCINTAINYA. Aku Mulai
membenarkan kata MARIO TEGUH, “Cinta sejati hanya datang pada dia yang masih
memiliki harapan walaupun ia telah dikecewakan, kepada mereka yang masih
percaya padahal ia telah dikhianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai
meskipun ia telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang memiliki
keberanian untuk membangun kembali kepercayaan.”
Dan akhirnya, aku
hanya ingin mengatakan bahwa “DIA” yang kumaksud adalah “KAMU”.
~Matahari Senja~
3 komentar:
kenapaa k' ? give some correction :)
lanjutkan ceritanya dek
auuu ketahuanma' sma kaka'nyaa
hehehhe :D
Posting Komentar