Jumat, 11 Oktober 2013

Sepatah kata untuk dia


Aku tak pernah berfikir untuk mengenal siapapun lebih dalam dan lebih dekat. Sampai aku bertemu dengan seseorang dan aku langsung mencintainya, aku menyayanginya, aku tak ingin menyakitinya, aku tak ingin melukainya, karena aku sangat menghargainya.
Aku tak mengenalnya saat aku jatuh cinta padanya. Yang aku tahu, aku suka suaranya, aku suka tawanya, aku suka cueknya, aku suka cara dia berfikir, aku suka cara dia membuatku terdiam seribu kata, aku suka caranya memanggil namaku, aku suka cerita-ceritanya, dan aku nyaman saat berbincang dengannya. Just that ! tapii setelah itu, aku mengikuti setiap perubahan-perubahan sikapnya, sekecil apapun itu. Aku belajar dari itu. Aku belajar memahaminya. Belajar memahami keegoisannya, belajar mengerti sikap keras kepalanya, belajar tak mengharap kata maaf darinya saat ia melakukan kesalahan (karena ia benar-benar bukan orang yang pandai meminta maaf), aku belajar sabar dengan sifat pemarahnya, belajar tetap mencintainya saat berkali-kali ia menyakiti, belajar tetap mempercayainya saat lagi-lagi dia berbohong, dan bahkan aku masih tetap belajar setia saat dia benar-benar berpaling. Sampai saat dia kembali lagi, dan lagi-lagi dia kembali berbohong, aku masih tetap percaya padanya. SULIT, tapii aku tak ingin menyerah begitu saja.  
Aku benar-benar menyayanginya. Aku tak ingin orang lain hadir menggantikan dirinya dihatiku.
Aku bisa saja dekat dengan siapapun, aku bisa saja akrab dengan siapapun. tapii untuk mengganti posisinya dihatiku, aku dengan tegas mengatakan TIDAK !!!
Aku mencintainya dengan segala apa yang ada pada dirinya. Aku mencintai kelebihannya, dan aku mencintai kekurangannya.
Aku mencintainya dengan seutuhnya cinta yang kumiliki. Meski kadang rasa bosan timbul tenggelam menghampiriku, aku berusaha menepis semuanya, aku berusaha tetap menjadikan dia seseorang yang tercinta, dan seseorang yang tersayang.  SULIT !!! apalagi saat kesalahan kecilpun membuat kami cekcok, kata maaf yang tak kunjung dimaafkan, senyum yang tak lagi dibalas, perkataan yang tak lagi dihiraukan, dsb. Semuanya cukup menyakitkan. Kadang aku tidak mengerti dengan jalan fikirannya, kenapa harus kesalahan kecil dipermasalahkan sampai berhari-hari? kenapa dia harus mendiamkan aku saat aku melakukan kesalahan? Bukannya kesalahan baru akan disadari saat ada yang menegur kita? Tapi kenapa dia tidak melakukannya??? Semua ini tidak mudah bagiku! Tapi, sudah kukatakan.. aku benar-benar mencintainya, rasanya aku bisa melalui rasa sesakit apapun, sesulit apapun, demi melihat sebuah senyuman darinya.
Tidak jarang dia membuatku mendesah kecewa, tapi aku tak pernah sampai membencinya, karena aku tau... dia juga seorang manusia, wajar kalau dia pernah melakukan salah,,,
Sampaii saat ini, aku masih tetap pada rasaku yang pertama, MENCINTAINYA. Aku Mulai membenarkan kata MARIO TEGUH, “Cinta sejati hanya datang pada dia yang masih memiliki harapan walaupun ia telah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya padahal ia telah dikhianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai meskipun ia telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang memiliki keberanian untuk membangun kembali kepercayaan.”  
Dan akhirnya, aku hanya ingin mengatakan bahwa “DIA” yang kumaksud adalah “KAMU”.


                                                                                                            ~Matahari Senja~

3 komentar:

Elok Faiqotul Himmah mengatakan...

kenapaa k' ? give some correction :)

Unknown mengatakan...

lanjutkan ceritanya dek

Elok Faiqotul Himmah mengatakan...

auuu ketahuanma' sma kaka'nyaa
hehehhe :D

Posting Komentar