Kamis, 03 Desember 2015

Sebenarnya siapa yang takut ?

Rasanya aq semakin takut menjalin hubungan lagi. 
Aq selalu gagal mempertahankan orang yg benar2 ku cintai. Jika sebelumnya aq gagal membuat orang yg kucintai membalas cintaku, sekarang aq gagal mendewasakan cinta orang yg mencintaiku. 
Dia bukan tidak berarti apa-apa bagiku. Dia segalanya. Dia tidurku, dia bangunku, dia nafasku, dia sakitku, dia tawaku, dia tangisku, dia marahku, dan dia kenyamananku. Dia memaksa dirinya masuk dlm hidupku. Membuatku lupa caranya mencintai masa laluku, dan mengajarkanku rasanya dicintai. Lalu aq terbiasa dengannya kemudian merasa sepi tanpa dirinya. 
Semua ini berlalu dengan sangat cepat. Kemudian berakhir begitu saja. 
Dia yg terlalu over, saya yg terlalu cuek. Dia yg sangat pencemburu, sy yg sangat supel bahkan dengan mantan. Dia yg sangat khawatir bahkan pada kulitku yg lecet, sy yg sangat tdk peduli karna menganggap dia pria yg kuat. Dia yg terlalu protective, sy yg cinta kebebasan. Dia yg tidak peduli dengan orang2 disekitarnya, sy si peranakan dri ibu sosialita. Dia yg hanya memikirkan kebahagiaan hri ini, sy yg justru lebih mikir bagaimana Esok hari. 
Konsep cinta yg sangat bertolak belakang memang... Jauh lebih sulit mengubah persepsi seseorang dari pada hanya sekedar mengubah status dari Istri menjadi janda. 
Sebab itulah, setiap hari tdk pernah kami tinggalkan tanpa pertengkaran, selisih faham, adu mulut, atau saling diam. Awalnya terasa wajar dan normal, krn sy menganggap dlm hubungan memang harus ada bumbu seperti itu. Tapi sayurpun jika kebanyakan bumbu akan terasa enek dilidah, dan pada akhirnya membuat sakit diperut. Relationship tdk jauh beda dengan itu. Bertengkar bisa jadi hal yg lumrah jika terjadi seminggu sekali atau sebulan sekali. Tapi jika itu ada setiap hari ? Apa yg harus kita lakukan ? 
Kesalahan kecil ataupun besar semuanya bisa di mengerti dan di maklumi, Jika dilakukan hanya sekali atau dua kali. 
Tapi jika terjadi berulang-ulang dengan kesalahan yg sama ? Sementara nasehat dan teguran yg sama pun tak pernah berhenti terucap, sampai kapan akan bertahan ? 
Mungkin kesalahan kecil terlalu diremehkan. Padahal, Air dengan jumlah beban yg besar jatuh pada sebuah batu satu kali, tak akan menimbulkan pengaruh apapun. Sementara tetesan air kecil yg jatuh terus menerus pada sebuah batu mampu membuat batu itu lobang kemudian terbelah menjadi 2. 
Artinya, lebih baik kesalahan besar 1 kali, dari pada kesalahan kecil berkali2. 

Jika kita terpisah, siapa yg menyesal ? Aku atau kamu ? 
Kamu bisa merasakan sakit paling lama setahun. Setelah itu hatimu akan bergetar lagi pada seorang wanita lain. Jika mampu membuatnya melihatmu juga, maka kau akan bahagia. Akan mencintainya sepenuh hati seperti apa yg kau lakukan dulu padaku. Kemudian hidupmu akan berjalan normal saja seperti biasanya. 
Sementara aq ? Aq akan tetap merasakan sakitnya ketika aq melihat wanita barumu. Akan selalu timbul tanya dalam benakku, "apakah kau masih merasakan apa yg kurasakan dulu? Jika Iya, tolong maafkan aku... Aq yg telah gagal mendewasakan cintanya. Aq yg tidak berhasil membuatnya sadar bahwa cinta tak harus sekeras itu. Maafkan aq karena terlalu rapuh menghadapinya. Maafkan aq karena tidak memiliki kekuatan untuk bersabar sedikit lagi. Aq yg salah karna telah membuatmu merasakan apa yg kurasakan dulu..." 



Salam sayang, 
Pencinta sejatimu yg kini tak mengenal rasa apa-apa lagi dalam hatinya. Yg kini sangat takut menjalin hubungan dengan siapapun. Telah mati rasanya, berkat ujian-ujian yg kau hidangkan.