Senin, 14 Oktober 2013

_Sahabat Jadi Cinta_

Ketika Persahabatan harus hancur karena Kontroversi hati yg tak pernah diharapkan, keakraban akan semakin mustahil untuk dikembalikan... 

Perasaan tdk pernah salah krn telah memilih orang yg disayanginya... hanya sja qt kurang pintar menjalani peran "sahabat jadi cinta" itu... 
Di salah satu sudut bumi ini, aku terjebak dalam cerita "Sahabat jadi cinta" ini, hanya saja cerita "sahabat jadi cinta"ku belum terjadi. Masih dalam bentuk skenario. dan aku diberi pilihan untuk menjalaninya atau tidak. 
Hampir sja aku merusak persahabatanku hanya karena perasaan sederhana yg bodoh ini. Untungnya Aku teringat cerita cinta sahabatku disudut bumi yg lain.

"Sahabat jadi cinta" mudah saja terjadi, karena kita punya potensi keakraban yg lebih dari sekedar teman biasa.
tapi jika kita tidak pintar mengambil keputusan, justru malah akan menghancurkan persahabatan kita sendiri. 

mudah saja kalau misalnya kita sahabatan cuma berdua, tapi sayangnya dalam ceritaku tidak seperti itu. 

Saat pertama kusadari perasaan ini, aku hanya diam. menikmati saat-saat bersamanya. 
Tapi kemudian rasa ini semakin menjadi-jadi, dan aku semakin merasa bersalah karenanya. 
bagaimana tidak ? saat itu aku sedang dalam masa menjaga hati untuk seseorang. aku pernah meyakinkan dia kalau aku tak mungkin mencintai orang lain selain dia. dengan sahabatkupun kami tak lebih dari itu, dan aku berani berjanji kalau memang tak akan lebih dari sahabat. 
Tapi entah yg kurasakan tidak sejalan dengan apa yg kufikirkan. Dia tak pernah memberi kabar, sedangkan sahabatku ini selalu mencari kabarku. Dia tak pernah peduli denganku, sedangkan sahabatku ini sangat perhatian kepadaku. Dia nggak pernah coba menghubungiku, sedangkan ponselku selalu penuh dengan nama sahabatku, entah itu sms atau daftar panggilan masuk. Dia tak pernah coba menghiburku karena dia bahkan tidak tau kapan aku sedih dan kapan aku bahagia, sedangkan bersama sahabatku aku tak pernah kehabisan tawa. 
jika seperti ini siapa yg akan bertahan ? Lama-lama aku nyaman berada disisinya, seperti ada yg hilang ketika seharian tak mendapat kabar darinya,,, 
Aku selalu menikmati saat-saat bersama sahabatku walau hanya sebentar, tapi disamping itu selalu ada rasa bersalah karena aku telah melanggar janjiku. meskipun belum sepenuhnya kulanggar karena aku masih bersikukuh mencintai dia yg disana. 
sampai saat inipun aku masih percaya kalau mencintai dia adalah benar, dan mencintai sahabat adalah salah. 
kini aku mulai mengatur jarak dengan sahabatku, agar perasaan ini tidak terlanjur dalam. aku menghindar ketika ada saat dimana aku hanya berdua dengannya, aku menghindar ketika ada saat dimana aku harus berbicara banyak padanya, aku berusaha tidak menjawab telfonnya tapi sulit. akhirnya Hape ku non-aktifkan. 
dan berhasil !!! sekarang aku sudah bisa mengontrol perasaanku, meskipun sakitnya minta ampun disetiap kulihat dia bercanda dengan sahabat cewekku... 

0 komentar:

Posting Komentar