Jumat, 18 Oktober 2013

Kesetiaan yang Terabaikan

Setahun lebih setelah kau memutuskan untuk akhirnya pergi dariku. yaahh... juga pergi dari kotaku. Setahun bukan waktu yang singkat untuk orang yang menahan sakit. Seharipun dia bisa mati mengenaskan andai saja dia tak memikirkan orang-orang yang masih menyayanginya.
aku masih tenggelam dalam cintamu saat kau memutuskan untuk pergi waktu itu. Pergolakan emosi yang tak pernah stabil menemani hari-hariku selama kau jauh. Sakit dan Rindu bercampur jadi satu, tanpa kau peduli sedikitpun.
Tak mungkin aku biarkan emosi terus-terusan mempermainkan aku, membolak-balikkan perasaanku, mengacaukan seluruh pekerjaanku, menghambat seluruh aktifitasku, dan menguras habis tenagaku.
Lalu Aku mulai belajar melupakanmu, belajar melupakan semua kenangan indah bersamamu.
Aku mulai menyibukkan diriku, memenuhi fikiranku dengan kesibukanku, agar kau tak bisa menyelinap masuk kedalamnya.
Sekuat tenaga aku berusaha, tapi rupanya kau begitu kuat mendobrak habis seluruh kesibukanku...
Kau berkeliaran difikiranku dengan santainya, tanpa peduli hati yang semakin kutekan setiap kau hadir menyapaku dlm fikiran dan mimpi-mimpiku. Aku bertahan sejauh ini, sambil terus berusaha menghapusmu dari memoryku.
Aku menghabiskan seluruh kesibukanku, aku mengerjakan seluruh pekerjaanku, aku tak boleh istirahat ! karena sedetik saja waktuku beristirahat maka kau dengan gesitnya melesat masuk dalam fikiranku. dan lagi-lagi aku harus menekan hatiku karenamu.
Aku kalap. Aku tak peduli tenaga yg terkuras habis, aku tak peduli waktu istirahat, aku tak peduli perut keroncongan. Sampai akhirnya aku mengalah. aku jatuh sakit, berhari-hari. Dokter memaksaku istirahat total, dan meninggalkan semua kesibukanku. Dan Itu adalah NERAKA bagiku !!! Bagaimana tidak ? Istirahat total, artinya kau akan seenaknya saja keluar masuk dalam fikiranku, dalam mimpiku, lamunanku, dann Ough ... Ini menyakitkan !!!
Nasehat-nasehat, siraman rohani selalu mampir ditelingaku... Kata mereka, tak ada gunanya aku seperti ini, memaksakan diri melupakanmu padahal inti masalahnya adalah Aku sendiri masih sangat mencintaimu. Mencintai orang memang mudah, tapi melupakan orang yg kita cintai tak semudah menenggelamkan gabus dalam air. Biarkan dia pergi tergulung oleh waktu. jika dia memang untukmu, dia akan kembali. :)
Yaa... aku membenarkan kata mereka. Inti masalahnya adalah aku masih sangat mencintainya, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya ?
Akhirnya, setelah istirahat panjang aku tau apa yg harus aku lakukan. ternyata aku butuh waktu lama untuk mengambil keputusan seperti ini. :D
Aku tak lagi menyibukkan diriku, aku tdk menguras tenagaku, aku tidak melahap habis semua pekerjaanku. aku hidup normal kembali, seperti saat sebelum dia jauh dariku. meskipun rindu masih selalu ada, tapi aku tak peduli. perasaan itu wajar, karena aku memang mencintainya.
"_Rindu tak harus bertemu, sayang tak harus bilang, Cinta tak harus selalu bersama_"
Aku memutuskan untuk menjaga hatiku. untuk dia. yaa... siapa lagi ? :)
Setahun aku berjuang, melawan semua bisikan-bisikan kerinduan yg selalu terngiang, menolak semua cinta yang datang, menjauh setiap ada yg mendekat, menahan semua perasaan-perasaan iri setiap melihat mereka yg selalu dapat perhatian dari pacarnya.
kenapa ? apa dia tidak memperhatikanku ? ya, MUNGKIN dia memperhatikanku disana, tapi aku tak tau...
setauku, selama dia pergi, dia tak pernah ada kabar, tak pernah ada sapaan, tak pernah ada perhatian, tak pernah ada  kata-kata manis yg terlontar dari bibirnya. Yang ada hanya sikap cuek, dingin, dan Ough... entahlah !!! rasanya menyesakkan kalau harus disebut satu persatu.
Yaa... Setahun aku Seakan bertahan sendiri. tanpa respond darinya.
Dia tau aku sedang menunggunya, Dia tau aku masih sangat mencintainya, Dan dia juga selalu membiarkan aku memelihara perasaan ini. Dia tau karena aku selalu mengingatkannya.. walaupun tiap kali aku mengingatkannya dia selalu diam.
Bagaimana dengan dia ? Aku sendiri tak mengerti maksudnya, dia selalu bersikap dingin kepadaku, selalu mendiamkan semua sapaan-sapaanku, tak menjawab tiap kali ku mengingatkannya. Tapi dia selalu berkomentar disetiap apa yg kulakukan. Dia tidak suka kalau aku berteman denga cowok. dia tidak suka aku terlalu dekat dengan sahabat cowokku. dia tidak suka aku berpakaian aneh-aneh, dia tidak suka aku bertingkah seperti cowok, dan masih banyak lagi.
Aku tak mungkin tau tentang semua itu kalau bukan berkat informasi dari kakak sepupunya. Kog bisa ? karena dia tidak pernah mengeluhkan hal-hal itu kepadaku, Kakak sepupunyalah tempat dia cerita semua tentang aku. Dari kakak  sepupunya juga aku tau kalau katanya dia juga masih sayang...
Kenapa tidak langsung bilang ke aku ? entahlah... mungkin dia lebih suka dengan cara seperti itu.

***

Tiba-tiba aku dituduhnya selingkuh ??? Rasanya seperti kejatuhan Gunung !!!
Bagaimana mungkin dia menuduhku seperti itu ? Tidak taukah dia apa yg kuperjuangkan disini ? Tidak taukah dia bagaimana sulitnya menjaga hati untuk orang yang belum pasti mencintai kita ? Tidak taukah dia seberapa banyaknya waktu dan tenaga yg kuhabiskan untuk bertahan sampai sejauh ini ?
aku tak mungkin bertahan sampai sejauh ini jika aku tidak sungguh-sungguh !!!
Ditengah kerinduanku yg membuncah, tiba-tiba dia menuduhku selingkuh ? Atas dasar apa ? kenapa pula dia menyebutnya "Selingkuh" ? sedangkan dia sendiri tak pernah mengatakan cinta padaku.
Kalaupun aku benar sedang menjalin hubungan dengan orang lain, apa yg salah ? Bahkan dia tak pernah mengikatku dengan kata cintanya. sebelum dia pergipun tak pernah ada janji.
Aku menjaga hati ini hanya inisiatifku sendiri karena aku sudah terlanjur tenggelam dalam cintanya.
Lantas atas dasar apa dia menuduhku seperti itu ?

*Lagi-lagi hanya sakit yang kudapat setelah pengorbanan dan penantian panjangku.



By: eL_faZa

Senin, 14 Oktober 2013

_Sahabat Jadi Cinta_

Ketika Persahabatan harus hancur karena Kontroversi hati yg tak pernah diharapkan, keakraban akan semakin mustahil untuk dikembalikan... 

Perasaan tdk pernah salah krn telah memilih orang yg disayanginya... hanya sja qt kurang pintar menjalani peran "sahabat jadi cinta" itu... 
Di salah satu sudut bumi ini, aku terjebak dalam cerita "Sahabat jadi cinta" ini, hanya saja cerita "sahabat jadi cinta"ku belum terjadi. Masih dalam bentuk skenario. dan aku diberi pilihan untuk menjalaninya atau tidak. 
Hampir sja aku merusak persahabatanku hanya karena perasaan sederhana yg bodoh ini. Untungnya Aku teringat cerita cinta sahabatku disudut bumi yg lain.

"Sahabat jadi cinta" mudah saja terjadi, karena kita punya potensi keakraban yg lebih dari sekedar teman biasa.
tapi jika kita tidak pintar mengambil keputusan, justru malah akan menghancurkan persahabatan kita sendiri. 

mudah saja kalau misalnya kita sahabatan cuma berdua, tapi sayangnya dalam ceritaku tidak seperti itu. 

Saat pertama kusadari perasaan ini, aku hanya diam. menikmati saat-saat bersamanya. 
Tapi kemudian rasa ini semakin menjadi-jadi, dan aku semakin merasa bersalah karenanya. 
bagaimana tidak ? saat itu aku sedang dalam masa menjaga hati untuk seseorang. aku pernah meyakinkan dia kalau aku tak mungkin mencintai orang lain selain dia. dengan sahabatkupun kami tak lebih dari itu, dan aku berani berjanji kalau memang tak akan lebih dari sahabat. 
Tapi entah yg kurasakan tidak sejalan dengan apa yg kufikirkan. Dia tak pernah memberi kabar, sedangkan sahabatku ini selalu mencari kabarku. Dia tak pernah peduli denganku, sedangkan sahabatku ini sangat perhatian kepadaku. Dia nggak pernah coba menghubungiku, sedangkan ponselku selalu penuh dengan nama sahabatku, entah itu sms atau daftar panggilan masuk. Dia tak pernah coba menghiburku karena dia bahkan tidak tau kapan aku sedih dan kapan aku bahagia, sedangkan bersama sahabatku aku tak pernah kehabisan tawa. 
jika seperti ini siapa yg akan bertahan ? Lama-lama aku nyaman berada disisinya, seperti ada yg hilang ketika seharian tak mendapat kabar darinya,,, 
Aku selalu menikmati saat-saat bersama sahabatku walau hanya sebentar, tapi disamping itu selalu ada rasa bersalah karena aku telah melanggar janjiku. meskipun belum sepenuhnya kulanggar karena aku masih bersikukuh mencintai dia yg disana. 
sampai saat inipun aku masih percaya kalau mencintai dia adalah benar, dan mencintai sahabat adalah salah. 
kini aku mulai mengatur jarak dengan sahabatku, agar perasaan ini tidak terlanjur dalam. aku menghindar ketika ada saat dimana aku hanya berdua dengannya, aku menghindar ketika ada saat dimana aku harus berbicara banyak padanya, aku berusaha tidak menjawab telfonnya tapi sulit. akhirnya Hape ku non-aktifkan. 
dan berhasil !!! sekarang aku sudah bisa mengontrol perasaanku, meskipun sakitnya minta ampun disetiap kulihat dia bercanda dengan sahabat cewekku... 

Jumat, 11 Oktober 2013

Sepatah kata untuk dia


Aku tak pernah berfikir untuk mengenal siapapun lebih dalam dan lebih dekat. Sampai aku bertemu dengan seseorang dan aku langsung mencintainya, aku menyayanginya, aku tak ingin menyakitinya, aku tak ingin melukainya, karena aku sangat menghargainya.
Aku tak mengenalnya saat aku jatuh cinta padanya. Yang aku tahu, aku suka suaranya, aku suka tawanya, aku suka cueknya, aku suka cara dia berfikir, aku suka cara dia membuatku terdiam seribu kata, aku suka caranya memanggil namaku, aku suka cerita-ceritanya, dan aku nyaman saat berbincang dengannya. Just that ! tapii setelah itu, aku mengikuti setiap perubahan-perubahan sikapnya, sekecil apapun itu. Aku belajar dari itu. Aku belajar memahaminya. Belajar memahami keegoisannya, belajar mengerti sikap keras kepalanya, belajar tak mengharap kata maaf darinya saat ia melakukan kesalahan (karena ia benar-benar bukan orang yang pandai meminta maaf), aku belajar sabar dengan sifat pemarahnya, belajar tetap mencintainya saat berkali-kali ia menyakiti, belajar tetap mempercayainya saat lagi-lagi dia berbohong, dan bahkan aku masih tetap belajar setia saat dia benar-benar berpaling. Sampai saat dia kembali lagi, dan lagi-lagi dia kembali berbohong, aku masih tetap percaya padanya. SULIT, tapii aku tak ingin menyerah begitu saja.  
Aku benar-benar menyayanginya. Aku tak ingin orang lain hadir menggantikan dirinya dihatiku.
Aku bisa saja dekat dengan siapapun, aku bisa saja akrab dengan siapapun. tapii untuk mengganti posisinya dihatiku, aku dengan tegas mengatakan TIDAK !!!
Aku mencintainya dengan segala apa yang ada pada dirinya. Aku mencintai kelebihannya, dan aku mencintai kekurangannya.
Aku mencintainya dengan seutuhnya cinta yang kumiliki. Meski kadang rasa bosan timbul tenggelam menghampiriku, aku berusaha menepis semuanya, aku berusaha tetap menjadikan dia seseorang yang tercinta, dan seseorang yang tersayang.  SULIT !!! apalagi saat kesalahan kecilpun membuat kami cekcok, kata maaf yang tak kunjung dimaafkan, senyum yang tak lagi dibalas, perkataan yang tak lagi dihiraukan, dsb. Semuanya cukup menyakitkan. Kadang aku tidak mengerti dengan jalan fikirannya, kenapa harus kesalahan kecil dipermasalahkan sampai berhari-hari? kenapa dia harus mendiamkan aku saat aku melakukan kesalahan? Bukannya kesalahan baru akan disadari saat ada yang menegur kita? Tapi kenapa dia tidak melakukannya??? Semua ini tidak mudah bagiku! Tapi, sudah kukatakan.. aku benar-benar mencintainya, rasanya aku bisa melalui rasa sesakit apapun, sesulit apapun, demi melihat sebuah senyuman darinya.
Tidak jarang dia membuatku mendesah kecewa, tapi aku tak pernah sampai membencinya, karena aku tau... dia juga seorang manusia, wajar kalau dia pernah melakukan salah,,,
Sampaii saat ini, aku masih tetap pada rasaku yang pertama, MENCINTAINYA. Aku Mulai membenarkan kata MARIO TEGUH, “Cinta sejati hanya datang pada dia yang masih memiliki harapan walaupun ia telah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya padahal ia telah dikhianati, kepada mereka yang masih ingin mencintai meskipun ia telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang memiliki keberanian untuk membangun kembali kepercayaan.”  
Dan akhirnya, aku hanya ingin mengatakan bahwa “DIA” yang kumaksud adalah “KAMU”.


                                                                                                            ~Matahari Senja~

Short Story about my Dream


Kali ini entah untuk yang keberapa kalinya dia mampir dalam mimpiku. Selalu menyimpan tanya saat ku terbangun.
Di kehidupan nyataku dia adalah sahabatku, tapi tiap kali dia mampir dalam mimpiku, dia bertingkah layaknya malaikat yang selalu ingin melindungiku.
Semalam, dia kembali hadir, dengan sejuta kelembutan...
menimbulkan beribu tanya dalam benakku saat ku terjaga.
Semalam dia membelai rambutku dengan penuh kelembutan, membaringkanku dalam pangkuannya, menceritakanku tentang seluruh isi dunia yg ia ketahui, membisikkanku kata-kata sayang yang tak mampu kufahami, membiarkanku merasa nyaman berada disisinya sampai akhirnya dia mengecup pipiku tanda ku duga. Dia begitu lembut memperlakukanku bak permaisurinya. Dan dalam mimpi itu, akupun menyayanginya... !!!
Pada waktu sebelumnya, dia juga pernah mampir dalam mimpiku... kita berada disebuah taman, dimalam hari. qt berbaring berdampingan layaknya sepasang kekasih, qt saling tatap dibawah langit malam penuh bintang, dia banyak bercerita sedangkan aku mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibirnya. malam semakin larut saat perlahan aku mulai terlelap ditengah dinginnya angin malam... Dan perlahan kurasakan tangannya mulai merengkuhku dalam pelukannya, mencoba melindungiku dari dinginnya malam, membiarkanku terlelap dalam pelukannya sedangkan dia tak sedikitpun memejamkan matanya... Tak sedikitpun dia menggerakkan badannya, khawatir kalau saja gerakannya akan membangunkanku dari tidurku. Dia tetap membiarkanku terlelap dalam pelukannya sampai akhirnya aku BENAR-BENAR terbangun dan kembali ke dunia nyataku, segera kusadari kalau semua itu hanya mimpi.
Segera, beribu tanya muncul dikepalaku.
kenapa dia hadir dalam mimpiku ?
kenapa dia bertingkah selembut itu padaku ?
Kenapa aku merasa nyaman disetiap apa yang ia lakukan ?

dan segera kusadari, Dia adalah laki-laki pertama yang hadir dalam mimpiku selain Kekasih hatiku. tapi, kenapa harus dia ? kemana perginya kekasih hatiku yang hampir setiap hari mampir dalam mimpiku ? kenapa yang mampir malah Dia ? sahabatku sendiri ?

Tak ku mengerti, kenapa dia bisa bersikap selembut itu padaku ? padahal dikehidupan nyataku hanya ada tatapan cuek dimatanya…